Select Language :

Baduy Expedition 2019

Baduy Expedition 2019

Senin, 29 Juli 2019

Baduy Expedition 2019
(24-25 Juli 2019)

Sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis kompetensi wirausaha inovasi (innovation based entrepreneurship) sebanyak 26 orang mahasiswa angkatan pertama Program Studi Pariwisata Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang didampingi oleh Kaprodi Pariwisata, Rella Dwi Respati, S.ST., MM dan Sekprodi Pariwisata, Raden Asri Kartini, SE., MM, telah melaksanakan Study Tour dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Antropologi Budaya dan Hukum & Kebijakan Pariwisata dengan mengunjungi suku Baduy Dalam di desa Kanekes Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak-Banten.

Kegiatan ini merupakan tindak aksi dari program Orientasi Industri (OI) yang bisa dilaksanakan baik secara mandiri maupun dibawah koordinasi dosen pengampu mata kuliah terkait agar dapat diakui sebagai unsur pengakuan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Ini bagian dari Pelaksanaan UU PT No 12/2012 perihal kewajiban lulusan pendidikan tinggi untuk selain memperoleh Ijazah kesarjanaan juga memiliki SKPI dan sertifikat ujikompetensi.

Semangat yang terkandung dari konsep Orientasi Industri (OI), Magang Industri (MI) dan Praktik Industri (PI) bagi mahasiswa UMT adalah dalam rangka mendorong mahasiswa sebagai orang yg tinggal, belajar dan bekerja di Banten, untuk mengenal adat dan budaya suku asli Banten. Pada kegiatan OI kali ini setidaknya ada tujuh aspek yang ingin digali mahasiswa yaitu

  1. Pola hidup masyarakatnya
  2. Pola perekonomian
  3. Sistem kepemerintahan & politik
  4. Sistem kekerabatan dan pernikahan
  5. Kuliner
  6. Baduy sebagai destinasi wisata dan
  7. Ideologi masyarakat Baduy.

Untuk memberikan stimulan pemikiran agar kegiatan OI berdampak pada kumungkinan timbulnya gagasan aksi lanjut berupa MI dan PI bahkan boleh jadi menjadi objek uji kompetensi tugas akhir skripsi maka mahasiswa juga diberi tugas untuk mengkaji hukum dan kebijakan pariwisata Indonesia dikaitkan dengan adat istiadat suku Baduy Dalam.

Perjalanan menuju desa Kanekes dimulai dari desa Ciboleger (+/- 13 km) ditempuh selama +/- 7 jam dengan berjalan kaki. Sedangkan perjalanan pulang, kami memilih untuk menempuh perjalanan yg lebih pendek yaitu melalui pintu Cijahe (+/- 5 km) yang ditempuh +/- 2 jam dengan berjalan kaki.

Perjalanan yg cukup melelahkan tapi penuh makna dan pengalaman berharga. Kami Insan Pariwisata, Kami Parinkrafers, Kami Bisa!! (Rella & Asri)