Select Language :

SIAPKAN LAHAN HIBAH 5H RANTING PANINJAWAN DUKUNG KONSEP EKOWISATA PARINKRAF

SIAPKAN LAHAN HIBAH 5H RANTING PANINJAWAN DUKUNG KONSEP EKOWISATA PARINKRAF

Selasa, 27 Juli 2021

Oleh: Mulyadi, Mahasiswa  Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI )  UMT/

Ketua Ranting Muhammadiyah Nagari Paninjawan

 

IMG-20200712-WA0009.jpgJumat 16 Juli 2021 adalah akhir rangkaian perjalanan muhibah silaturrahim jajaran pengurus Ranting Muhammadiyah Nagari Paninjawan Kecamatan X Koto Diatas. Dikatakan sebagai akhir rangkaian silaturrahim karena sejatinya proses pembentukan ranting paninjawaan sudah dimulai sejak Agustus 2018. Meskipun dalam konteks pembentukan ranting merupakan akhir perjalanan konsolidasi, akan tetapi menjadi titik awal menuju langkah lanjutan membangun organ ranting berkemajuan di Sumatera Barat. Untuk merealisasikan gagasan tersebut, izinkan saya selaku mahasiswa Pascasarjana UMT memaparkan strategi membangun ranting dengan tematik “Hidupkan Ranting Majukan Persyarikatan untuk Indonesia Hebat’. Secara spesifik, tematik tersebut terkait dengan upaya menyiapkan lahan hibah seluas 5 ha dalam rangka mendukung konsep ekowisata sebagai laboratorim kewirausahaan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif di Universitas Muhammadiyah Tangerang.  

Paninjauan (kini Paninjawan) adalah sebuah nagari (Desa) di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Terdiri dari Desa Paninjawan Selatan dengan pusat Aia Batumbuak, Paninjawan Tengah dengan pusat Pasa Sotu, Gonting Tobek, Batu Loweh, Katialo, dan Labuah Panjang. Secara administrasi, desa di Paninjawan dipimpin Kepada Desa. Dan secara ke-nagarian, masyarakat adat dipimpin seorang Wali Nagari. Mata pencaharian masyarakat Paninjawan mayoritas bertani, dengan bercocok tanam di sawah serta perkebunan. Mengandalkan hasil kekayaan bumi untuk perekonomian. Dan pusat lalu lintas ekonomi berlangsung setiap hari Sabtu, dengan keberadaan pasar yang juga menjadi pusat perbelanjaan masyarakat dari nagari lain di Kecamatan X Koto Diatas. Luas Nagari Paninjawan  37 kilometer persegi, atau 14,40 persen dari luas wilayah Kecamatan X Koto Diatas. Jarak dari Kantor Wali Nagari ke Ibukota Kecamatan adalah 3 kilometer, ke Ibukota Kabupaten adalah 51 kilometer, ke Ibukota Provinsi adalah 81 kilometer. Nagari Paninjauan berpenduduk 1852 jiwa (2018) terdiri dari 881 laki-laki dan 971 perempuan. Nagari Paninjauan terdiri dari 8 jorong, yakni: (1) Aia Batumbuak; (2) Batu Lawas; (3) Belansiah; (4) Gantiang Tabek; (5) Gurun; (6) Kayu Aro; (7) Kubu; (8) Pasar. Fasilitas Pendidikan Sekolah Dasar : 3 Unit, Sekolah Menengah Pertama : 1 Unit, Fasilitas Agama Masjid : 5 Unit dan Mushala : 10 Unit.

Peta Desa Nagari Paninjawan Surat Hibah Lahan

 

Memperhatikan potensi nagari Paninajawan diatas, gagasan pembentukan ranting  sejatinya berawal dari kunjungan para tokoh masyarakat dibawah koordinasi Bapak Darsel Ilyas yang dalam sambutan acara formal di aula kampus mengharapkan agar jajaran rektorat Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mengarahkan program caturdharma perguruan tingginya ke nagari yang beliau pimpin dengan komitmen  menyediakan lahan hibah untuk kepentingan dunia pendidikan di paninjawan. Komitmen yang disampaikan dalam forum temu dosen tersebut tentu saja bagaikan gayung bersambut didorong oleh Dr. Zalzulifa, M.Pd yang turut hadir selaku Ketua Ikatan Keluarga Paninjawan Solok (IKPS-Pusat) sekaligus Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tagerang (UMT). Bahkan selaku Dekan yang hadir mewakili Rektor UMT dalam rangka kunjungan kerjasama Caturdharma bersama kaprodi Pariwisata Ibu Rella Respati mendorong agar ada kunjungan lapangan ke lokasi bakal hibah dimaksud. Ini sekaligus sebagai bentuk undangan agar jajaran rektorat UMSB bekunjung ke desa yang saat ini sedang giatnya membranding merek PAIYO sebagai brand startup inkubaasi kerjasama ranah-rantau dibawah Koperasi Paiyo Sejahtera.   


Suasana Kunjungan UMT di Kampus UMSB

Bincang Santai Sesama Kaprodi Pariwisata

Bertepatan dengan kegiatan pulang kampung Iedul fitri 2021, kami selaku sekretaris IKPS Pusat dengan membawa mandat ketua yang absen mudik mencoba mendorong tindaklanjut hasil kunjungan oleh perwakilan rektor UMSB untuk segera membentuk ranting dan sebagai komitmen kesediaan lahan hibah dibuat berupa surat tertulis. Alhamdulillah Berita Acara Penyerahan Tanah oleh Wali Nagari dan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) kami terima selaku Sekretaris IKPS Pusat tgl 5 Mei 2021 untuk dibawa ke Jakarta guna ditandantangani oleh Ketua IKPS Pusat. Ilustrasi berikut acara penyerahan surat hibah lahan oleh Wainagari Paninjawan Bapak Darsel Ilyas

Forum Rapat Adat dan Penyerahan Lahan Hibah, Mei 2021

Suasana Rapat KAN Panijawan

Penyerahan Lahan Hibah 5 Ha

Hasil konsultasi dengan Ketua IKPS Pusat dan setelah melalui musyawarah terbatas diputuskan untuk menjamin keberlangsungan program dan dengan berbagai pertimbangan strategis maka Pengurus Ranting Muhammadiyah Paninjawan diharapkan segera mengurus aspek legalitas lahan oleh Majelis Wakaf dan  Kehartabendaan ranting, berkoordinasi dengan organ tingkat cabang, daerah dan wilayah yang ada di Sumatera Barat. Hasil kesepakatan dan musyawarah juga memutuskan bahwa diatas lahan 5 ha hibah akan dibangun Ekopark Parinkrafers 2 Islamic Boarding School, modifikasi dan afiliasi dari Ekopark Parinkrafers 1 Sukabumi.

Selanjutnya pengurus ranting nagari Paninjawan dalam rangka menerbitkan SK kepanitian pembangunan Eco Park Parinkafers 2 Islamic Boarding School berupaya melibatkan semua unsur yang ada didaerah baik dari unsur muhammadiyah maupun dari pemerintahan dan masyarkat  Nagari Paninjawan sebagai pihak yang menghibahkan tanah. Sebagai ketua ranting dan dalam kesibukan menjadi Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UMT, kami terus bergerak cepat melakukan koordinasi dan audiensi dengan berbagai pihak terutama dengan jajaran pimpinan tempat menimba ilmu. Pihak  pertama yang dikunjungi adalah Dekan Fakultas Pariwisata Dan Industri Kreatif UMT, sebagai fakultas yang menginisisi Eco Park Parinkrafers 1  Sukabumi.  Kami banyak berdiskusi dengan beliau yang juga sebagai ketua dari pagayuban IKPS serta putra asli nagari Paninjawan, kami mendapat masukan perihal kawasan pendidikan berkonsep   Eco Park Parinkafers 2 Islamic Boarding School  di Paninjawan. Sambil menikmati hidangan mie rebus di kantin kampus UMT, Jumat 16 Juli 2021 kami disambungkan untuk berkomunikasi langsung via telepon seluler dengan Rektor UMSB Bpk DR. Ricky   Saputra  MA, yang  dalam komunikasi telpon seluler beliau mendukung program tersebut serta bersedia sebagai dewan pengarah dalam kepanitiaan pembangunan. Dalam waktu yang bersamaan kami juga menghubungi Dekan Fakultas Pariwisata UMSB ibu Rozi Yuliani  S.TrPar  MM untuk mendukung  pembangunan  Eco Park Parinkafers 2 Islamic Boarding School di Paninjawan.

Bagaikan sebuah peristiwa yang penuh berkah di jumat keramat, kunjungan langsung juga kami lakukan ke Rektor UMT, Bpk Dr.H.Achmad Amarullah M.Pd, dan alhamdulillah beliau juga mendukung mahasiswa untuk  mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dalam bentuk pengabdian masyarakat terutama untuk mengembangkan  persyarikatan termasuk ranting. Kunjungan selanjutnya adalah  beraudiensi dengan Wakil Rektor I  UMT bapak Dr.H Desri Arwen, M.Pd yang dalam pengarahan beliau bersedia membantu mewujudkan keinginan tersebut, bahkan beliau menyarankan ada pihak-pihak yang kompeten untuk dimasukan dalam ke panitian pembangunan

Expos Bukti Lahan Hibah dengan Rektor UMT dan Ware 1 UMT

 

Selanjutnya jajaran ranting dan sekaligus  sebagai panitia pembangunan Eco Park Parinkafers 2 Islamic Boarding School akan menyiapkan proposal dan akan bersilaturrahmi ke pihak terkait untuk mensuport terwujudnya  Eco Park Parinkafers 2 Islamic Boarding School seperti ke Dikdasmen PP Muhammadiayah, Kementerian Pariwisata Dan Industri Kreatif, Kementerian Agama RI, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, termasuk CSR/ Yayasan luar negeri, seperti Qatar Charity, arab Saudi serta ekpose di berbagai acara yang digawangi oleh Minang Diaspora Network Global. Mohon doannya semoga semua lancar dan sukses. Wallalu a’lam (Zlz)